Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rangkuman Materi Laporan Keuangan: Pengertian,Macam/Jenis Dan Tujuannya

Pada kesempatan kali ini telah kami rangkum mengenai materi laporan keuangan yang meliputi pengertian laporan keuangan menurut para ahli, macam-macam laporan keuangan, dan tujuan dibuatnya laporan keuangan. Dan berikut ini simak baik-baik penjelasannya.

Rangkuman Materi Laporan Keuangan: Pengertian,Macam/Jenis Dan Tujuannya

  • Pengertian Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi mengenai keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja dari perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya antara lain meliputi : Neraca, laporan laba rugi komperhensif, Laporan perubahan ekuitas, Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana Catatan dan laporan lain, serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

1.) Mahmud M. Hanafi dan Abdul Halim

Menurut mereka laporan keuangan merupakan laporan yang diharapkan mampu memberikan informasi perusahaan dan digabungkan dengan informasi lain, misalnya industri, konidisi ekonomi

2.) Ikatan Akuntan Indonesia

Laporan keuangan adalah susunan yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuangan dalam sebuah entitas. Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan (financial positition), kinerja keuangan (financial performance) dan arus kas (cash flow).

Untuk mencapai tujuan ini, dalam laporan keuangan harus berisi elemen yang terdiri dari aset, kewajiban, beban, networth, pendapatan dan perubahan ekuitas serta arus kas.

3.) Munawir (2010:5)

Menurut Munawir laporan keuangan pada umumnya terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi serta perubahan ekuitas. Neraca menggambarkan jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada peroide tertentu. Sedangkan laba rugi menunjukan hasil-hasil dan beban perusahaan yang telah dicapai.

4.) Harahap (2009:105)

Menurut dia, laporan keuangan menggambarkan keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan pada jangka waktu tertentu.

5.) Gitman (2012:44)

Laporan tahunan yang dimiliki perusahaan dan harus diberikan kepada pemegang saham, merangkum dan mendokumentasikan kegiatan keuangan selama satu tahun terakhir.

  • Macam-macam/Jenis-jenis Laporan Keuangan

Secara umum, macam-macam laporan keuangan adalah terdiri dari sebagai berikut :

1.) Neraca

Laporan neraca atau daftar neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi aktiva, kewajiban/hutang dan modal pada periode waktu tertentu. Neraca dapat disusun setiap saat, dan selain itu neraca memiliki isi atau komponen yang terdiri atas beberapa hal yang antara lain adalah sebagai berikut :

a). Harta/Aktiva/Asset

Harta merupakan asset yang dimiliki sebuah perusahaan yang mempunyai peran dalam operasi perusahaan contohnya kas, aktiva tetap, aktiva tak berwujud, persedian dan lain-lain. Menurut beberapa ahli, asset memilki arti yang berbeda-beda. Berikut ini penjelasannya.

Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132), mengemukakan bahwa asset perusahaan termasuk didalamnya pembebanan yang tertunda yang dinilai dan diakui sesuai prinsip akuntansi yang berlaku.

Financial Accounting Standart Board (FASB)(1985) berpendapat, asset adalah kemungkinan keuntungan yang didapat oleh suatu perusahaan sebagai akibat dari kegiatan transaksi pada masa lalu.

Dari dua definisi di atas bisa disimpulkan bahwa seesuatu dianggap asset jika di waktu yang akan datang mampu memberikan net cash inflow yang postif terhaap perusahaan.


Macam-macam aktiva

Secara umum aktiva bisa diklasifikasikan/dikelompokkan menjadi dua macam :

1.) Aktiva tetap berwujud (fixed Assets)

Nah, apa itu yang dinamakan dengan aktive tetap berwujud, aktiva tetap berwujud atau disebut dengan fixed assets, Merupakan semua barang yang dimiliki suatu peusahaan untuk tujuan operasional dan dipakai secara aktif serta memiliki masa kegunaan jangka panjang.

Aktiva tetap berwujud yang mempunyai masa yang pendek harus didepresiasi selama masa kegunaannya dan dicatat dalam neraca sebesar nilai bukunya (harga perolehan dikurangi dengan akumulasi depresiasin).

Yang termasuk ke dalam jenis aktiva tetap berwujud ini adalah bangunan, mesin, alat-alat pabrik, alat-alat transportasi, alat-alat kantor, mebel, alat kerja bengkel, aktiva sumber alam Sedangkan aktiva tetap berwujud yang memilki masa kegunaan tak tebatas dimasukan ke dalam neraca seharga perolehan.

2.) Aktiva tetap tak berwujud (intangible assets)

Yang termasuk jenis aktiva tetap tak berwujud ini antara lain, hak-hak istimewa yang dijamin oleh undang-undang, perjanjian-perjanjian dan kontrak.


b). Kewajiban/Utang (Liabilities)

Accounting Principal Board (APB) mendefinisikan utang sebagai kewajiban ekonomis dari perusahaan yang diakui dan nilai sesuai prinsip akuntansi. Saldo kredit yang ditunda juga termasuk ke dalam kewajiban perusahaan.

Sedangkan Financial Accounting Standart Board (FASB) mendefinisikan utang dengan :

…Kemungkinan pengeluaran kekayaan ekonomis suatu perusahaan di masa mendatang yang muncul akibat suatu transaksi yang sudah terjadi…

Kewajiban tersebut bisa berupa harta maupun jasa tergantung dari perjanjian yang telah disepakati dengan pihak lain.

Dari kedua definisi diatas, utang atau kewajiban memilki tiga sifat utama, yakni :
  1. Utang itu benar ada/real.
  2. Utang itu tidak bisa dihindarkan.
  3. Utang yang mewajibkan perusahaan telah terjadi.

Berdasarkan jangka waktunya, utang dapat dibagi menjadi dua, yaitu utang jangka pendek (Current liabilities) dan utang jangka panjang (long term liabilities).

Utang jangka panjang menurut Harnanto adalah merupakan semua kewajiban yang pelunasannya melebihi batas waktu satu tahun. Contoh hutang jangka panjang adalah obligasi, hutang bank dan hutang hipotek.


c). Pemilik Modal (Owner Equity)

Modal adalah hak yang tersisa atas aktiva satu perusahaan setelah dikurangi hutangnya. Nilai modal sendiri berbeda tergantung pada jenis peusahaan.

Jika jenisnya adalah perseorangan maka nilai modalnya merupakan modal pemiliknya sendiri, dan jika bentuknya perseroan maka nilai modal terdiri dari modal setor dan modal pendapatan.


2.) Laporan Laba-Rugi

Menurut Committee on Terminology laba didefinisikan sebagai jumlah yang di dapat dari pengurangan harga pokok produksi, biaya operasional lain dan kerugian dari penghasilan operasi.

Sedangkan menurut Accounting Principal Board (APB) statement laba rugi adalah kelebihan penghasilan yang didapat selama suatu perdiode tertentu.

Dari kedua pendapat di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa laba rugi merupakan selisih, baik positif maupun negatif yang diperoleh dari kegiatan operasional dan non-operasional selama periode waktu tertentu.

Laporan laba rugi memiliki isi atau atau komponen yang terdiri atas :

a). Pendapatan/hasil/revenue

Pendapatan adalah hasil dari penjualan jasa kepada perusahaan atau penerima jasa. Harahap mendefinisikan, penghasilan akan dikatakan sebagai pendapatan pada waktu kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu sudah selesai.

b). Biaya (Expense)

Menurut FASB, biaya merupakan arus keluar aktiva, pemakaian aktiva atau timbulnya kewajiban dan atau kombinasi dari keduanya dalam jangka waktu tertentu. Keadaan tersebut disebabkan oleh delivery barang, biaya jasa atau kegiatan operasional perusahaan lainnya.

Biaya dapat digolongkan menjadi :

Biaya yang dihubungkan dengan penghasilan pada waktu tertentu.Biaya yang dihubungkan dengan periode waktu tertentu yang tidak terkait dengan penghasilan.Biaya yang karena alasan praktis tidak bisa dikaitkan dengan periode manapun.

3.) Laporan Laba Perubahan Modal (Insidentil Gains & Insidentil Loses)

FASB mengartikan Gains sebagai naiknya tingkat nilai Equity dari transaksi yang bersifat insidentil dan bukan aktivitas utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang berpengaruh terhadap entity selama satu periode terntentu kecuali yang berasal dari hasil/investasi pemilik.

Sedangkan Loses merupakan turunnya nilai Equity dari transaksi yang bersifat insidentil dan bukan aktivitas utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang berpengaruh terhadap entity selama satu periode terntentu kecuali yang berasal dari hasil/investasi pemilik.


4.) Laporan Arus Kas/Pos Luar Biasa (Exraordinary item)

Adalah transaksi yang berpengauh terhadap materil yang tidak diperkirakan terjadi berulang kali dan juga tidak dianggap sebagai hal yang berualang dalam proses operasional dari suatu perusahaan.

Adapaun kriteria Pos luar biasa menurut PAI adalah:

Bersifat tidak biasa, yang berarti mempunyai tingkat ketidaknoramalan yang tinggi dan tiak ada hubungannya dengan aktivitas perusahaan sehari-har.Jarang terjadi atau tidak diharapkan terjadi pada masa yang akan datang

  • Tujuan Laporan keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.

Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Oke, demikianlah ringkasan materi tentang laporan keuangan yang meliputi pengertian laporan keuangan, macam-macam laporan keuangan dan tujuan dari laporan keuangan. Semoga rangkuman diatas dapat bermanfaat bagi kalian semua para pembaca yang baik hati dan tidak sombong. Terimakasih dan selamat menikmati..

Posting Komentar untuk "Rangkuman Materi Laporan Keuangan: Pengertian,Macam/Jenis Dan Tujuannya"